Kamis, 26 Juli 2018

Ketahui Macam-Macam Penyakit Menular dan Cara Pencegahannya

Gambar Ilustrasi Penyakit Menular


Penyakit menular adalah penyakit yang dapat berpindah dari satu orang ke orang lain, baik secara langsung maupun melalui perantara. Penyebabnya dapat berupa virus, bakteri, parasit, atau jamur.

Penularan dapat terjadi melalui udara, percikan ludah, makanan dan minuman yang tercemar, tangan yang tidak bersih, gigitan nyamuk, darah, serta hubungan seksual. Karena itu, kebersihan diri dan lingkungan menjadi langkah penting untuk mencegah penyakit menular.

Apa Itu Penyakit Menular?

Penyakit menular atau penyakit infeksi merupakan penyakit yang disebabkan oleh patogen dan dapat menyebar dari sumber infeksi ke orang lain. Penularannya dapat berlangsung melalui kontak langsung dengan penderita, droplet saat batuk atau bersin, makanan dan minuman tercemar, hingga perantara hewan seperti nyamuk.

Tidak semua penyakit menular memiliki gejala yang sama. Namun, banyak penyakit infeksi bersifat akut, berlangsung dalam waktu relatif singkat, dan memerlukan pencegahan serta penanganan dini agar tidak menular ke lebih banyak orang.

Macam-Macam Penyakit Menular

1. Diare

Diare dapat disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit. Penularan umumnya terjadi melalui makanan, minuman, tangan, atau peralatan yang tercemar kuman dari tinja.

Cara mencegah diare:

  • Cuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan setelah buang air besar.
  • Minum air yang bersih, dimasak hingga matang, atau berasal dari sumber aman.
  • Pastikan makanan dimasak dengan matang dan disimpan dalam keadaan tertutup.
  • Gunakan jamban sehat serta kelola limbah rumah tangga dengan baik.

2. Malaria

Malaria adalah penyakit akibat infeksi parasit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Penyakit ini lebih berisiko di daerah endemis dan wilayah dengan banyak tempat perkembangbiakan nyamuk.

Cara mencegah malaria:

  • Gunakan kelambu, terutama kelambu berinsektisida, saat tidur.
  • Gunakan losion atau obat antinyamuk sesuai petunjuk pemakaian.
  • Kenakan pakaian tertutup saat berada di area dengan risiko malaria.
  • Hilangkan atau kelola tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
  • Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika demam setelah berada di daerah endemis.

3. Kolera

Kolera adalah infeksi bakteri yang dapat menyebabkan diare berair berat dan dehidrasi. Penyakit ini umumnya menyebar melalui air atau makanan yang terkontaminasi.

Cara mencegah kolera:

  • Minum air yang sudah direbus, dikemas, atau diolah dengan aman.
  • Cuci tangan dengan sabun, terutama sebelum makan dan setelah dari toilet.
  • Masak makanan hingga matang dan konsumsi saat masih hangat.
  • Hindari es batu, makanan mentah, atau makanan dari sumber yang kebersihannya tidak jelas.
  • Jaga kebersihan sanitasi dan jangan buang air besar sembarangan.

4. Demam Tifoid atau Tipes

Demam tifoid atau tipes adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi. Penularannya terutama terjadi melalui jalur fekal-oral, yaitu ketika makanan atau minuman terkontaminasi kuman dari tinja penderita atau pembawa kuman.

Cara mencegah tipes:

  • Cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah menggunakan toilet.
  • Konsumsi makanan yang matang serta minuman dari sumber aman.
  • Hindari makanan yang dibiarkan terbuka dan mudah dihinggapi lalat.
  • Jaga kebersihan alat makan, dapur, dan tempat penyimpanan makanan.
  • Konsultasikan vaksin tifoid ke fasilitas kesehatan bagi kelompok berisiko.

Baca juga: Penyakit Demam Tifoid: Gejala, Diagnosis, dan Pencegahan

5. Cacar Air

Cacar air disebabkan oleh virus Varicella-zoster. Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan cairan lepuh pada kulit penderita atau melalui percikan pernapasan.

Cara mencegah cacar air:

  • Lakukan vaksinasi varisela sesuai anjuran tenaga kesehatan.
  • Hindari kontak dekat dengan penderita, terutama bila belum pernah terkena atau belum divaksin.
  • Penderita sebaiknya beristirahat di rumah sampai lesi mengering untuk mengurangi risiko penularan.
  • Jaga kebersihan tangan dan jangan berbagi peralatan pribadi dengan penderita.

6. Campak

Campak adalah penyakit virus yang sangat mudah menular melalui udara dan percikan pernapasan saat penderita batuk atau bersin. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi, terutama pada anak-anak dan orang dengan daya tahan tubuh rendah.

Cara mencegah campak:

  • Lengkapi imunisasi campak atau MR/MMR sesuai jadwal.
  • Hindari kontak dekat dengan penderita campak.
  • Gunakan masker bila mengalami gejala infeksi pernapasan.
  • Terapkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut menggunakan tisu atau siku bagian dalam.

7. Batuk dan Infeksi Saluran Pernapasan

Batuk adalah gejala, bukan satu penyakit tertentu. Namun, beberapa penyakit yang menimbulkan batuk dapat menular melalui droplet atau udara, misalnya influenza, COVID-19, pertusis, pneumonia tertentu, dan tuberkulosis.

Cara mencegah penularan penyakit melalui batuk:

  • Gunakan masker saat sakit atau berada di ruang ramai dengan ventilasi kurang baik.
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu atau siku bagian dalam saat batuk dan bersin.
  • Cuci tangan setelah batuk, bersin, atau membuang tisu.
  • Istirahat di rumah saat sakit untuk mengurangi risiko menularkan penyakit.
  • Pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik.

8. Infeksi Menular Seksual

Infeksi menular seksual dapat ditularkan melalui hubungan seksual, darah, atau dari ibu ke bayi pada kondisi tertentu. Contohnya meliputi HIV, sifilis, gonore, klamidia, hepatitis B, dan herpes genital.

Cara mencegah infeksi menular seksual:

  • Hindari perilaku seksual berisiko dan tidak berganti-ganti pasangan seksual.
  • Gunakan kondom secara benar dan konsisten untuk mengurangi risiko penularan.
  • Lakukan pemeriksaan kesehatan bila memiliki risiko atau gejala infeksi.
  • Jangan berbagi jarum suntik.
  • Lakukan vaksinasi hepatitis B dan HPV sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.

9. Hepatitis

Hepatitis adalah peradangan hati yang dapat disebabkan oleh beberapa virus, termasuk hepatitis A, B, dan C. Cara penularannya berbeda-beda: hepatitis A sering melalui makanan atau minuman tercemar, sedangkan hepatitis B dan C dapat menyebar melalui darah serta cairan tubuh tertentu.

Cara mencegah hepatitis:

  • Cuci tangan dan jaga kebersihan makanan serta minuman untuk mencegah hepatitis A.
  • Lakukan vaksinasi hepatitis A dan hepatitis B sesuai kebutuhan serta anjuran tenaga kesehatan.
  • Gunakan alat medis yang steril dan jangan berbagi jarum suntik.
  • Pastikan prosedur transfusi darah dilakukan melalui layanan kesehatan yang aman.
  • Hindari berbagi alat pribadi yang berisiko terkena darah, seperti pisau cukur atau sikat gigi.

10. Demam Berdarah Dengue atau DBD

DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue. Nyamuk ini berkembang biak di tempat penampungan air bersih dan aktif menggigit terutama pada pagi hingga sore hari.

Cara mencegah DBD dengan 3M Plus:

  • Menguras tempat penampungan air secara rutin.
  • Menutup rapat tempat penyimpanan air.
  • Mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang dapat menampung air.
  • Gunakan losion antinyamuk, kelambu, atau pakaian tertutup bila diperlukan.
  • Periksa jentik nyamuk secara berkala di rumah dan lingkungan sekitar.

11. Tuberkulosis atau TBC

Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TBC paru dapat menular melalui udara ketika penderita TBC aktif batuk, bersin, berbicara, atau meludah.

Cara mencegah TBC:

  • Periksa ke fasilitas kesehatan jika batuk berlangsung dua minggu atau lebih.
  • Penderita TBC perlu minum obat secara teratur sampai tuntas sesuai arahan tenaga kesehatan.
  • Gunakan masker, terutama bagi penderita TBC aktif dan saat berada di ruang tertutup.
  • Pastikan rumah memiliki ventilasi dan pencahayaan yang baik.
  • Lakukan pelacakan kontak serumah apabila ada anggota keluarga yang terdiagnosis TBC.
  • Lengkapi imunisasi BCG pada bayi sesuai program imunisasi.

Baca juga: Penyakit TB Paru dan Data Kasus di Indonesia

Penyakit Menular Lainnya

Selain penyakit di atas, masih terdapat penyakit menular lain seperti gondongan, muntaber, filariasis atau kaki gajah, pneumonia infeksius, cacingan, pes, konjungtivitis atau mata merah, serta berbagai penyakit infeksi lainnya.

Setiap penyakit memiliki jalur penularan dan upaya pencegahan yang berbeda. Karena itu, penting untuk memperoleh informasi dari fasilitas kesehatan atau sumber resmi apabila muncul gejala atau terjadi peningkatan kasus penyakit di lingkungan sekitar.

Langkah Umum Mencegah Penyakit Menular

  1. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin.
  2. Lengkapi imunisasi sesuai usia dan anjuran tenaga kesehatan.
  3. Konsumsi makanan matang serta air minum yang aman.
  4. Gunakan masker saat sakit atau ketika berada di tempat padat dengan sirkulasi udara kurang baik.
  5. Terapkan etika batuk dan bersin.
  6. Jaga kebersihan rumah, toilet, saluran air, dan lingkungan sekitar.
  7. Berantas sarang nyamuk dan hindari gigitan nyamuk.
  8. Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang menetap atau memburuk.

Kesimpulan

Penyakit menular dapat dicegah melalui kebiasaan sederhana tetapi konsisten, seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan makanan dan minuman, melengkapi imunisasi, memakai masker saat sakit, serta menjaga lingkungan bebas dari sarang nyamuk. Pencegahan yang dilakukan bersama-sama akan membantu melindungi diri, keluarga, dan masyarakat.


1 komentar: